ARTIKEL
ADAT PERNIKAHAN BATAK SIMALUNGUN
ADAT PERNIKAHAN BATAK SIMALUNGUN
D
I
S
U
S
U
N
Oleh:
JUNI ELFRIDA PURBA
(150703048)
(150703048)

JURUSAN SASTRA DAERAH
PRODI SASTRA BATAK
FAKULTAS ILMU BUDAYA
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
2015
ADAT PERNIKAHAN BATAK SIMALUNGUN

Artikel yang saya buat bertujuan untuk membantu pembaca mengerti
tentang adat pernikahan batak Simalungun.
Urutan
pernikahan adat batak simalungun
A. Pra nikah
B. Pesta pernikahan
C. Pasca pernikahan
A. Pra Nikah
1. Mangarisika
adalah kunjungan utusan
pria yang tidak resmi ke tempat wanita dalam rangka penjajakan, jika pintu
terbuka untuk mengadakan peminangan maka pihak orang tua pria memberikan tanda
terima (tanda holong pihak wanita memberikan tanda mata ). Jenis barang-barang
pemberian itu dapat berupa kain, cincin emas, dan lain-lain.
2. Marhori-hori Dinding
Marhori-hori dinding yaitu pembicaraan antara
kedua belah pihak yang melamar dan yang dilamar terbatas dalam hubungan
keluarga kedua pihak dan belum diketahui oleh umum. Serta membicarakan perihal
pernikahan, tanggal pernikahan, tempat, dan sinamot.
3. Marhusip
Marhusip ialah Marbisik
atau keputusan yang akan dihasilkan di
tahap selanjutnya sudah ditentukan sekarang. Marhusip kelanjutan dari
marhori-hori dinding, umumnya dilakukan 3 bulan sebelum hari H. Marhusip
dihadiri lebih banyak kerabat.
Rombongan hula-hula
untukmasuk ke tempat acara dengan urutan uduran (rombongan ) yaitu Hula-hula
lah yang pertama masuk diikuti tulang dan seterusnya sesuai dengan urutan adat.
Tanda makanan adat yang pokok adalah kepala utuh, leher (tanggalan),rusuk
melingkar (somba-somba), pangkal paha (soit), punggung dengan ekor (upasira)
hati dan jantung ditempatkan dalam baskom / ember besar. Makanan adat tersebut
diserahkan kepada pihak perempuan yang intinya menunjukkan kerendahan hati
dengan mengatakan walaupun makanan yang kami bawa ini sedikit semoga membawa manfaat dan berkatjasmani dan rohani
bagi semua yang menyantapnya, sambil menyebut bahasa adat : Sitiktikma si
gompa, golang – golang pangarahutna, tung so sadia otik pe naung pinatupai, sai
godangma pinasuna manjalo tumpak ( sumbangan tanda kasih )
Pihak
kerabat pria (dalam jumlah yang terbatas) datang kepada kerabat wanita untuk
melakukan marhata sinamot / membicarakan masalah uang jujur (tuhor).
Busana
yang akan dipakai dalam acara pernikahan
Pengantin wanita
Hiou dalam pakaian pengantin Simalungun
juga melambangkan kekerabatan Simalungun yang disebut Tolu Sahundulan, yang
terdiri dari tutup kepala (ikat kepala), tutup dada (pakaian) dan tutup bagian
bawah (abit). Hiou penutup kepala wanita disebut Bulang, kain yang disandang
disebut Suri-suri. Pengantin wanita mengenakan kebaya dengan bahan brokat merah
atau disesuaikan dengan selera.
Pengantin Pria
Pengantin pria mengenakan jas yang
dipadu dengan celana panjang dengan warna sama. Hiou yang disandang ataupun kain
samping disebut Suri-suri.
Marhata sinamot lebih formal lagi dari
marhusip tetapi terkadang marhusip dan marhata sinamot digabung.
4. Pudun Sauta
Adalah pihak kerabat
pria tanpa hula-hula mengantarkan wadah sumpit berisi nasi dan lauk pauknya (ternak
yang sudah disembelih ) yang diterima oleh pihak parboru dan setelah makan
bersama dilanjutkan dengan pembagian jambar juhut (daging)kepada anggota
kerabat yang terdiri dari
1. kerabat marga i bu (hula-hula
2. Kerabat marga ayah (dongan tubu)
3. Anggota marga menantu(boru)
4. Pengetuai (orang-orang tua/pariban
Diakhir kegiatan pudun sauta maka pihak
keluaraga wanita dan pria bersepakat menentukan waktu martumpol dan pamasu –
masuon.
5. Martumpol
Ialah
Sebuah acara perjanjian pernikahan di Gereja dimana calon mempelai harus
membacakan janji akan menikah, menandatangani surat perjanjian dan sekaligus
sebagai pengumuman kepada jemaat gereja kalau ada yang mau di protes.
Penanda-tanganan persetujuan pernikahan oleh orang tua kedua belah pihak atas
rencana perkawinan anak-anak mereka dihadapan pejabat gereja.
Tata
cara partumpolon dilaksanakan oleh pejabat gereja sesuai dengan ketentuan yang
berlaku selanjutnya pejabat gereja mewartakan rencana pernikahan dari kedua
mempelai melalui warta jemaat di GKPS, yang disebut dengan Tingting. Tingting harus dilakukan dua kali hari minggu
berturut-turut, apabila setelah dua kali tingting tidak ada gugatan dari pihak
lain baru dapat dilanjutkan dengan pemberkatan nikah (pamasu-masuon)
6. Martonggo Raja
Adalah
suatu kegiatan pra pesta/acara yang bersifat seremonial yang mutlak
diselenggarakan oleh penyelenggara pesta/acara yang bertujuan untuk
mempersiapkan kepentingan pesta/acara yang bersifat teknis dan non-teknis.
Pemberitahuan pada masyarakat bahwa pada waktu yang telah ditentukan ada
pesta/acara pernikahan dan berkenaan dengan itu agar pihak lain tidak
mengadakan pesta/acara dalam waktu yang bersamaan, memohon izin pada masyarakat
sekitar terutama dongan sahuta atau penggunaan fasilitas umum pada pesta yang
telah direncanakan.
B.
Pesta Pernikahan
1. Di Gereja
Hal
ini terjadi setelah masuknya budaya dan agama kristen ke tanah simalungun,
sebelum masuknya agama kristen proses ini dilakukan di rumah adat dengan
tradisi yang sedikit berbeda dan telah mengalami perubahan disesuaikan dengan
hukum agama kristen Manjalo Pasu-Pasbagason (Pemberkatan Pernikahan)
Pengesahan pernikahan kedua mempelai
menurut tata cara gereja (Pemberkatan
pernikahan oleh pejabat gereja), setelah pemberkatan pernikahan selesai maka
kedua mempelai sudah sah menjadi suami-istri menurut gereja, setelah selesai
seluruh acara pamasu-masuo, Kedua belah pihak yang turut serta dalam acara
pamasu-masuon maupun yang tidak pergi menuju tempat kediaman orang tua atau
kerabat, orang tua wanita mengadakan pesta unjuk . pesta unjuk oleh kerabat
pria disebut pesta mangalop parumaen.
2. Di Gedung
a.Prosesi masuk tempat acara adat
acara di tempat perempuan
* Raja parhata /protokol pihak perempuan
* Raja parhata/protokol pihak laki=laki
* Suhut pihak wanita
* Suhut pihak laki-laki
Raja
parhata/protokol pihak wanita meminta semua dongan tubu/semarganya bersiap
untuk menyambut dan menerima kedatangan rombongan hula-hula dan tulang. Raja
parhata/protokol pihak perempuan memberi tahu kepada Hula-hula, bahwa Suhut
pihak laki-laki sudah siap menyambut dan menerima kedatangan Hula-hula. Setelah
Hula-hula mengatakan mereka sudah siap untuk masuk , Raja parhata/protokol pihak
wanita mempersilakan masuk dengan menyebut satu persatu secara berurutan:
1. Hula-hula
2. Tulang
3. Bona Tulang
4. Bonaniari
5. Hula-hula namarhamaranggi
6. Hula-hula anak manjae, dengan permintaan agar
mereka bersama-sama masuk dan menyerahkan pengaturan selamjutmya kepada
hula-hula.
b. Menerima kedatangan suhut paranak
pihak pria
Setelah
seluruh rombongan hula-hula dan tulag dari suhut pihak wanita duduk rombongan paranak/suhut
pihak laki-laki dipersilakan memasuki
ruangan Raja parhata/protokol pihak wanita. Memberi tahu bahwa tempat untuk
suhut pihak laki-laki dan uduran/rombongannya sudah disediakan dan suhut pihak
wanita sudah siap menerima kedatangan mereka beserta hula-hula, Tulang suhut
pihak laki-laki dan uduran/rombongannya yaitu
1. Hula-hula
2. Tulang
3. Bona tulang
4. Tulang rorrobot
5. Bonaniari
6. Hula – hula namarhamaranggi
7. Hula - hula anak manjae
Raja parhata/protokol pihak laki-laki
memohon sesuai permintaan hula-hula suhut pihak wanita agar mereka masuk
bersama-sama dengan suhut pihak laki-laki. Untuk itu tata cara dan urutan
memasuki ruangan pertama diatur uduran/ rombongan suhut pihak laki-laki dan
borunya, disusul hula-hula, Tulang dan seterusnya sesuai dengan urutan yang
dibacakan raja parhata/protokol pihak laki-laki
c. Menyerahkan tanda makanan
(Tudu-tudu ni sipanganon)
d. Menyerahkan dengke (ikan oleh suhut
pihak wanita )
Ikan
yang diberikan adalah jenis ikan batak yaitu sejenis ikan yang hanya hidup di
Danau Toba dan sungai Asahan bagian hulu dan rasanya memang manis dan khas.
Ikan ini mempunyai sifat hidup di air yang jernih (tio) dan kalau berenang
selalu beriringan (mudur-mudur) karena itu disebut dengke sitio-tio. Simbol
inilah yang menjadi harapan kepada pengantin dan keluarganya yaitu seia sekata,
beriringan dan mudah rejeki (tio pencarian pakon pangomoan). Ikan mas dimasak
dengan masakan khas batak yaitu ‘ naniarsik ‘
ikan yang dimasak dengan bumbu tertentu sampai airnya berkurang pada
kadar tertentu dan bumbunya sudah meresap ke dalam daging ikan itu. Dalam
menyerahkan m
Ikan tersebut biasanya menggunakan
bahasa adat.
e. Makan bersama
Sebelum
menyantap makan terlebih dahulu berdoa dari suhut pihak pria, untuk pengantar
makan raja parhata pihak laki-laki menyampaikan satu uppasa (ungkapan adat)
yaitu Sitiktikma si gompa, golang-golang pangarahutna , sosadia pe napinatupa
on, sai godang ma pinasuna. Ungkapan ini menggambarkan kerendahan hati yang
membawa makanan, yang artinya walaupun makanan yang dihidangkan tidak seberapa
tetapi mengharapkan agar semua dapat menikmatinya serta membawa berkat,
kemudian raja parhata pihak laki-laki mempersilahkan untuk makan.
f. Membagi Jambar (tanda makanan adat)
sebelum jambar di bagi,
terlebih dahulu dirundingkan bagian-bagian mana yang diberikan suhut pihak
wanita kepada suhut pihak laki-laki, tetapi yang dianut dalam acara adat yaitu
“ Jambar Mangihut “ dimana jambar sudah dibicarakan sebelumnya dan dalam acara
adatnya suhut pihak wanita tinggal memberikan bagian jambar untuk suhut pihak
laki-laki yaitu ulu ni dengke. Selanjutnya masing-masing suhut membagikannya
kepada masing-masing fungsi dari pihaknya masing-masing saat makan sampai
selesai diberikan.
Tumpak adalah sumbangan
bentuk uang atau tanda kasih, tetapi melihat keberadaan masing-masing dalam
acara adat . Yang memberikan tumpak adalah undangan suhut pria yang diantarkan
ketempat suhut duduk dengan memasukkannya dalam baskom yang disediakan
dihadapan SUHUT, sambil menyalami pengantin dan suhut. Setelah selesai makan Raja parhata pihak laki-laki meminta
ijin kepada Raja parhata pihak wanita agar mereka diberi waktu untuk menerima
para undangan untuk mengantarkan tumpak (tanda kasih) setelah raja parhata
pihak wanita mempersilakan, raja parhata pihak laki-laki menyampaikan kepada
dongan tubu, boru/bere dan undangannya bahwa suhut pihak laki-laki sudah siap menerima kedatangan mereka untuk
mengantar tumpak. Setelah selesai Raja parhata pihak laki-laki mengucapkan
terima kasih atas pemberian tanda kasih dan para undangannya
1. Raja parhata pihat wanita menanyakan
apakah sudah siap memulai percakapan ? suhut pihak laki-laki menjawab “mereka
sudah siap “
2. Masing-masing Raja parhata pihak
wanita dan laki-laki menyampaikan kepada
pihaknya dan hula-hula serta tulangnya bahwa percakapan adat akan dimulai, dan
memohon kepada hula-hulanya agar berkenan memberi nasehat kepada kedua mempelai
dalam percakapan adat.
C.
Pasca Pernikahan
1. Mangihut di ampang (dialap jual)
Yaitu
mempelai wanita dibawa ke tempat mempelai pria dengan mengiringi jual berisi
makanan bertutup ulos yang disediakan oleh pihak kerabat pria.
2. Ditaruhon jual
Jika
pesta pernikahan dilakukan di rumah mempelai pria maka mempelai wanita dibolehkan
pulang ke tempat orang tuanya. Dalam hal ini paranak wajib memberikan upa
manaru ( upah mengantar )dalam dialap jual upa manaru tidak di kenal.
3. Paranak makan bersama di tempat
kediaman si pria (Daulat ni si panganon):
* Setibanya pengantin wanita beserta
rombongan di rumah pengantin pria. Di adakan acara makan bersama dengan seluruh
undangan yang masih berkenan ikut ke rumah pengantin pria
* Makanan yang dimakan adalah makanan yang dibawa oleh pihak parboru.
4. Paulak Unea
a. Setelah satu,tiga,lima atau
tujuh hari wanita tinggal bersama dengan suaminya, maka paranak ,
minimumpengantin pria bersama istrinya pergi ke rumah mertuanya untuk
menyatakan terima kasih atas berjalannya acara pernikahan dengan baik, Terutama
keadaan baik pengantin wanita pada masa gadisnya (berkaitan dengan kesucian si
anak wanita sampai ia masuk di dalam pernikahan).
b.. Setelah selesai acara paulak une,
paranak kembali ke rumahnya untuk memulai hidup baru.
5. Manjahea
Setelah beberapa lama pengantin pria dan
wanita menjalanin
Hidup berumah tangga (jika pria tersebut bukan
anak bungsu ) maka mereka akan manjahea yaitu dipisah rumah (tempat tinggal )
dan mata pencaharian.
6. Maningkir Tangga
Beberapa
lama setelah pengantin pria dan wanita berumah tangga terutama setelah berdiri
sendiri (rumah dan mata pencahariannya telah dipisah dari orang tua si
laki-laki ) maka datanglah berkunjung parboru kepada paranak dengan maksud
maningkir tangga . Dalam kunjungan ini parboru membawa makanan (nasi dan lauk-pauk,
dengke sitio-tio dan dengke simudur-mudur) dengan selesainya kunjungan
maningkir tangga ini, maka selesailai rangkaian adat pernikahan.
Ka, boleh minta daftar acuannya?
BalasHapusJudulnya Pernikahan Batak Simalungun, tp isinya kok lbh kpd Batak Toba Botou..
BalasHapusMemang sonai do?
Goodjob. Lanjot juni
BalasHapusAdat Toba yg diSimalungunkan???
BalasHapusSononma na mambahen magou Simalungun ondi da
Adat Simalungun, tapi pakai istilah Toba. Mase lang ipartahankon gelah istilahni Simalungun bani tulisan on??
Atau, tulisan ini hanya copy paste???
Literasi ni ham manusun on ma idopsi hun adat Toba do,jadi salah hadopanni.Adongdo Buku ma nisusun ni PMS
BalasHapusLang adong hula jika isimalungun... tomdongdo......
BalasHapusIni bukan simalungun, tp toba. Ini namanya mentobakan simalungun. Jgn mengubur adat istiadat yg sudah ada, pelecehan ini namanya
BalasHapusHIS Graha Elnusa Hubungi : 0822 – 9914 – 4728 (Rizky)
BalasHapusMenikah adalah tujuan dan impian Semua orang, Melalui HIS Graha Elnusa Wedding Package , anda bisa mendapatkan paket lengkap mulai dari fasilitas gedung full ac, full carpet, dan lampu chandeliar yg cantik, catering dengan vendor yang berpengalaman, dekorasi, rias busana, musik entertainment, dan photoghraphy serta videography. Kenyaman dan kemewahan yang anda dapat adalah tujuan utama kami.
Tidak Ada adat simalungun seperti itu..!!!! Simalungun bukan toba
BalasHapusRoyal Vegas Casino Queen - JP 2021
BalasHapusRoyal Vegas fun88 vin is a Japanese online casino. It offers online casino games and live dealer games and the best クイーンカジノ poker room in the world.Online Casino Games · Online Casino bet365 Bonuses · Online Casino Rewards
Hapus saja ini...
BalasHapusTidak ada berkaitan dengan Simalungun